Menikmati Panorama Silayung Park Ditemani Seduhan Kopi Cibatu

Silayung Parak/Pawon Kopi Salarea
Silayung Park terbilang kondisinya masih "perawan" belum banyak sentuhan dari objek alam yang menyajikan banyak bebatuan besar di atas gunung. Ini seakan membawa ingatan ke masa zaman batu atawa megalitikum. Ada beberapa bangunan sebagai fasilitas umum bagi pengunjung.

Berada di salah satu wilayah bagian utara Kabupaten Garut, Jawa Barat, kilau wisata alam terbuka Silayang Park di Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, memang belum setenar wisata air hangat Cipanas ataupun Darajat Pass. Tapi kehadiran salah satu alternatif desa wisata baru ini diharapkan mampu menjadi pilihan alternatif warga dalam menikmati sajian potensi wisata alam terbuka berikutnya.

Berlatar pemandangan alam terbuka yang masih asri dengan patahan batu alam yang berserakan, objek wisata Silayung Park yang berada di ketinggian 1.300 mdpl ini, memang layak dikembangkan menjadi wisata unggulan berikutnya di Garut. Selain panorama alam, di lokasi objek wisata ini terdapat perkebunan kopi rakyat yang ditanam oleh para petani dari Kampung Dukuh, Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Garut. Area kebun kopi membentang di Pengunungan Sadakeling, yang mencakup wilayah Silayung Park.

"Saya sering singgah ke Silayung Park, saat ada kegiatan pemberdayaan kepada kelompok tani kopi di Kampung Dukuh. Kebetulan, saya juga memiliki kebun kopi di Gunung Sadakeling. Jadi, kalau mau ke kebun kopi pasti melewati dulu Silayung Park yang berada di bawah ketinggian kebun kopi," ujar Dadan M Ramdan, Pendiri Yayasan Kelompok Kerja Salarea (Salarea Foundation) kepada Tim Ekowisata Kopi Cibatu, kemarin.

Silayung Park terbilang kondisinya masih "perawan" belum banyak sentuhan dari objek alam yang menyajikan banyak bebatuan besar di atas gunung. Ini seakan membawa ingatan masa zaman batu atawa megalitikum. Ada beberapa bangunan sebagai fasilitas umum bagi pengunjung.

Di area ini, sudah terdapat pemancar jaringan atawa sinyal telekomunikasi yang dibangun Provinsi Jawa Barat, dalam implementasi desa digital. So, jangan khawatir kehilangan sinyal hape ketika berada si ketinggian Silayung Park. "Sinyal aman di Silayung Park," aku Dadan yang juga Owner Pawon Kopi Salarea, unit sosial entrepreneur dari Salarea Foundation yang fokus pada pemberdayaan dan pendampingan petani kopi di Cibatu.

Hanya saja, Dadan bilang, akses jalan yang masih belum memadai, sehingga perlu peningkatan infrastruktur  demi memudahkan pengunjung yang datang. Kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa parkir di sekitar Silayung Park. Alhasil, tidak perlu cemas untuk mendaki sampai ke atas dengan berjalan kaki. "Kalau mau jalan kaki juga bisa, enggak terlalu jauh kok dari Kampung Dukuh. Ya, itung-itung bakar lemak," celotehnya.

Menurut Dadan, Silayung Park memang menjadi prioritas dalam pengembangan desa wisata di Cibatu dengan potensi alam dan kebun kopinya. "Setahu saya dari informasi di desa, sudah ada alokasi buat pengembangan Silayung Park. Namun, akibat Covid-19 merebak, maka anggarannya direlokasi. Yang tadinya untuk perbaikan jalan dan fasilitas pendukung, jadi dialihkan untuk bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi," terang dia.  

Kini, pandemi mulai terkendali dan ekonomi pun mulai berajak pulih, maka rencana pengembangan desa wisata khususnya Silayung Park perlu diwacanakan lagi. "Hemat saya, pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi ini bisa dengan mempercepat pembangunan objek wisata, karena bisa memantik efek domino pada perbaikan daya beli masyarakat," usul pria berambut gondrong yang aktif di kegiatan sosial-lingkungan ini.

Menurut Dadan, beberapa waktu yang lalu, pihak Pemda Garut mengunjungi Silayung Park, yang intinya untuk kembali merencanakan realiasi program desa wisata yang terhambat Covid-19. "Bapak Bupati Garut Rudy Gunawan berkunjung ke Silayung beberapa waktu yang lalu, berdialog dengan masyarkat dan perangkat pemerintahan setempat," ungkapnya.

Memang, bagi Pemda Garut, Silayung Park menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan desa wisata. “Desa Wisata Silayung Park ini sangat luar biasa, bapak-ibu bisa naik kereta api turun di Cibatu, bisa nanti ada kendaraan ke tempat ini,” akunya. Yang terang, Rudi berujar, desa wisata Silayung Park memang menjanjikan. Selain lokasi yang tidak terlalu jauh dari wilayah Kecamatan Cibatu, hadirnya moda transportasi umum kereta api, semakin memudahkan perjalanan menuju kawasan itu.

Tidak hanya itu, pengelola desa wisata Silayung Park telah menyiapkan sejumlah trek motor cross yang terhubung dengan wisata lainnya di wilayah Kecamatan Sukawening. “Nanti juga berhubungan dengan pemandian yang terkenal yaitu Balekambang di Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening,,” kata dia.

Selain paketan alam yang lengkap, Silayung Park menyimpan potensi wisata religi dengan hadirnya makam keramat salah satu tokoh masyarakat tempo dulu, yang berasal dari keturunan Prabu Siliwangi, Kejajaran Padjajaran. Untuk menarik minat kunjungan, saat ini pengelola kawasan sengaja menyediakan makanan gratis khas perkampungan, seperti jagung rebus, ubi, singkong, hingga talas, dan tentunya seduhan kopi Cibatu (Dukuh Sadakeling).

“Kami dari pengelola belum membuka tarif khusus yang di terapkan, kemungkinan setelah semuanya terkemas dengan nyaman baru kita siapkan pengelolaan tiket khususnya,” ucap Kepala Desa Karyamukti Widya Heru.

Editor: Admin

Berita SebelumnyaKopi Pelag Garut, Kisah Sukses Program CSR…
Berita SelanjutnyaLetkol Inf Hamzah Beri Bonus Juara Cibatu…