Edutrip Kopi Cibatu 2023

Cara Salarea dan Jamkrindo Mengenalkan Lingkungan dan Potensi Kopi Cibatu

Edutrip Kopi Cibatu merupakan upaya mempromosikan potensi kopi Cibatu sekaligus memperkenalkan peserta barista muda dengan para petani dan kebun kopi sebagai sarana belajar, serta memperkenalkan pendidikan berbasis lingkungan.

Sejak tiga tahun yang lalu, Yayasan Kelompok Kerja Salarea (Salarea Foundation) bersama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menjalankan program pemberdayaan dan pendampingan terhadap petani kopi di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Tak hanya di hulu, pengembangan komoditas kopi juga dilakukan pada sisi hilir dengan sejumlah pelatihan dari mulai cara penyemaian, cara tanam, pemupukan hingga penanaman kopi di demplot kopi Jamkrindo, yang terletak di Bungarungkup, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Garut. Penguatan kapasitas SDM juga dijalankan lewat sejumlah pelatihan dari mulai pengolahan kopi pasca panen, sortasi, teknik roasting hingga produksi kopi kemasan. 

Selain itu, penguatan kapasitas SDM dijalankan lewat program Salarea Mengajar di kelas barista muda. Angkatan pertama sebanyak 20 pelajar SMA PGRI Cibatu telah menyelesaikan kelas barista selama enam kali pertemuan. Untuk melengkapi pengetahuan peserta barista, Pawon Kopi Salarea mengadakan Edutrip Kopi Cibatu ke demplot kopi. 

Dalam kesempatan ini, peserta barista bis melihat langsung aktivitas petani kopi di demplot seperti pembersihan lahan, pemupukan, penyemprotan dan pemangkasan kopi. Peserta pun berinteraksi dengan para petani dan pedamping petani seputar demplot, jenis kopi yang ditanam, cara pemeliharaan sampai masa pemanenan.

Hadir juga dalam kegiatan ini, perwakilan dari Perhutani yang memberikan edukasi lingkungan dan kehutanan. "Kita perlu menjaga kelestarian hutan dan memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi seperti dengan menanm kopi dan tumpang sari," urai Diki, bagian penyuluh lapangan Perhutani. 

"Kondisi hutan di sekitar demplot kopi ini masih terjaga baik. Perhutani bersama masyrakat yang tinggal di sekitar hutan berupaya menjalin kemitraan untuk menjaga kelestarian hutan dan memanfaatkan potensi hutan secara ekonomi," imbuh Anang, pengawas hutan dari Asisten Perhutani (Asper) Cibatu.

Di samping tanaman kopi, Anang memaparkan keanekaragaman hayati dan hewani di hutan dan pengunungan sekitar Cibatu. "Selain pinus, mahoni, damar, masih ada pohon manglid, rasamala, dan lainnya. Di sekitar hutan Garut sempat tertedeksi macam tutul dan macam kumbang," sebutnya.   

Baik Diki maupun Anang, juga berbagi pengalaman selama puluhan tahun mengabdikan diri di kegiatan kehutanan. "Saya pernah tersesat dua minggu di hutan Garut, tiga rekan kami meninggal," ceritanya. Untuk itu, bagi siapa saja yang masuk hutan, Anang berpesan harus berhati-hati dan waspada. "Jangan sembrono dan melanggar pantangan." 

Pembina Pramuka SMA PGRI Cibatu, Elga Gilang, mengatakan, dengan Edutrip Kopi Cibatu ini diharapkan siswa dapat lebih mengetahui dan bisa sambil belajar di luar dengan memperkenalkan kopi yang ada di Cibatu.  "Pelajar bisa melihat langsung kopi di kebun dan bertemu dengan petaninya. Harapannya mereka ini juga akan lebih peduli lingkungan dengan melihat kondisi hutan, banyak pepohonan sebagai sumber oksigen dan menyimpan cadangan air. Itu pelajar berharga," katanya.

Elga bilang, rangkaian kegiatan edutrip ini terdapat muatan edukasi mental healty untuk siswa yang sudah menginjak masa remaja. Pasalnya, banyak terjadi gangguan emosi atau kejiwaan akibat paparan negatif media sosial. “Materinya sangat tepat sekali. Karena kita tahu bahwa mereka masih masa transisi remaja menuju ke dewasaan,” ucap Elga. 

Adapun materi mental healty disampaikan Pupu Pujriani, Tim Bimbingan dan Konseling Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia. Elga melanjutkan, bagi warga SMA PGRI mengikuti Edutrip Kopi Cibatu adalah untuk pertama kali dan berharap semoga kegiatan ini tidak sampai di sini saja. “Mudah-mudahan bisa digelar lagi. Ini sangat bermanfaat sekali," pintanya. 

Ketua Salarea Foundation Dadan M Ramdan menjelaskan, Edutrip Kopi Cibatu sebagai cara dari Komunitas Salarea dan Jamkrindo untuk mengenalkan pendidikan lingkungan kepada pelajar.  "Edutrip merupakan bagian dari kelas barista muda pada program Salarea Mengajar, yakni sebuah program sosial entrepreneurship education yang menyasar kelompok anak muda. Untuk angkatan pertama sebanyak 20 pelajar SMA PGRI Cibatu yang telag mengikuti kelas barista muda," paparnya. 

Adapun tujuan dari Edutrip Kopi Cibatu, selain upaya mempromosikan potensi kopi Cibatu sekaligus memperkenalkan peserta barista muda dengan para petani dan kebun kopi sebagai sarana belajar serta memperkenalkan pendidikan berbasis lingkungan. 

"Edutrip Kopi Cibatu akan terus disempurnakan konsep dan pendekatannya agar memberikan dampak positif khususnya bagi kalangan pelajar untuk tertarik dan berperan langsung dalam memajukan potensi lokal yang salah satunya adalah komoditas kopi," pungkas Dadan.

Berdasarkan hasil penghitungan Social Return on Investment (SROI) yang dilakukan, diketahui bahwa program pemberdayaan UMKM Salarea Foundation yang didukung oleh Jamkrindo pada periode 2021-2023 memberikan dampak positif bagi para pemangku kepentingan dengan meraih SROI rasio sebesar 1:9,18. 

Artinya, dari setiap Rp1.00 yang diinvestasikan oleh perusahaan memberikan social return atau pengembalian sosial sebesar Rp9,18. SROI sendiri adalah instrumen pengukuran mengenai dampak, pengembalian, manfaat atau nilai dalam lingkungan masyarakat saat ini.

Editor: Admin

Berita Sebelumnya20 Pelajar SMA PGRI Cibatu Disiapkan Jadi…
Berita SelanjutnyaPeringati Hari Gizi Nasional, Rumah Tangguh Stunting…