Memperingati Hari Kopi Nasional 11 Maret

Saksikan! Yudi Laswiningrat & Hamzah Sunda Hejo di Ngawangkong Kopi Bareng Inohong

Acara mulai digelar sekira pukul 19.30-22.00 WIB dan dimeriahkan dengan live music akustik dari groub band Daun & Rating. Selain itu, ada penangan dari hasil liputan Kopi Cibatu oleh tim Ekowisata Kopi Cibatu. Untuk para penikmat dan pecinta kopi original, juga jangan lewatkan suguhan kopi gratis dari Sunda Hejo dan Kopi Cibatu.

Memperingati Hari Kopi Nasional yang jatuh pada 11 Maret, Pawon Kopi Salarea menggelar event "Ngawangkong Kopi Bareng Inohong" di Taman Kuliner Cibatu, Garut, Sabtu (11/3/2023).

Rencananya, lima narasumber yang bakal dihadirkan. Pertama, Ketua Kadin Garut Yudi Lasminingrat. Kedua, Hamzah Fauzi, Founder Sunda Hejo. Ketiga, Widya Heru Kartika, Kepala Desa Karyamukti. Keempat, Sholahal Ghina Gunawan, Kepala Desa Padasuka. Kelima, Dian Hidayat, Kepala Desa Girimakmur.

Acara tersebut mulai digelar sekira pukul 19.30-22.00 WIB dan dimeriahkan dengan live music akustik dari groub band Daun & Rating. Selain itu, ada penangan dari hasil liputan Kopi Cibatu oleh tim Ekowisata Kopi Cibatu. Untuk para penikmat dan pecinta kopi original, juga jangan lewatkan suguhan kopi gratis dari Sunda Hejo dan Kopi Cibatu.

Pendiri Pawon Kopi Salarea Dadan M Ramdan mengatakan, peringatan Hari Kopi Nasional dijadikan momentum untuk mendorong kemajuan kopi Nusantara, khususnya kopi Cibatu, Garut, yang diharapkan ke depannya bisa terus berkembang karena dari sisi potensinya lumayan besar.

"Pawon Kopi Salarea menghadirkan para inohong tersebut yang memang sangat terkait dalam perkembangan di komoditas kopi. Kang Yudi sebagai ketua Kadin Garut memang menaruh perhatian besar terhadap petani dan UMKM, sehingga pemikiran dan kontribusinya terhadap kedua sektor ini sangat diharapkan. Pihak swasta dalam hal ini para pengusaha bisa bermitra dengan petani kopi dan UMKM untuk percepatan ekonomi dan perbaikan daya beli pasca pandemi Covid-19," bebernya.

Adapun Hamzah Fauci selaku Founder Sunda Hejo yang akrab disapa Kang Obet, merupakan tokoh yang berhasil di industri kopi nasional. Lewat Koperasi Klasik Beans, Sunda Hejo tidak hanya menjadi offtaker melainkan perusahaan eksportir kopi yang mampu menembus pasar di mancanegara.

"Sunda Hejo tidak hanya menjalankan program pendampingan dan pemberdayaan kepada petani kopi di Garut, tapi berhasil membawa harum nama Indonesia di dunia lewat keunikan rasa dan keanekaragaman kopi Nusantara," jelas Dadan, yang juga pendiri Salarea Foundation.

Sementara itu, tiga kepala desa yang dihadirkan tidak lain wilayahnya merupakan produsen kopi di Garut Utara, yakni Karyamukti, Padasuka, dan Girimakmur. Dadan berujar,"Para kepala desa ini memiliki peran dan andil besar dalam pengembangan potensi kopi dan pembinaan kepada kelompok tani kopi di wilayah masing-masing." 

Dadan berharap, dengan menghadirkan para pembicara tersebut semakin memahami mengenai perkembangan kopi serta pasar atau industri kopi yang tengah menjadi tren saat ini, seiring menjamurkan kedai-kedai atau kafe. Sejatinya, kopi menjadi salah satu komuditas unggulan yang telah mendatangkan devisa bagi negara. 

"Namun di sisi lain, tidak menututup mana yang mana masih banyak problem di rantai pasok kopi kita, terutama di hulu yakni para petani kopi yang mayoritas tingkat kesejahteraannya perlu mendapat perhatian serius dari pihak-pihak terkait," sebutnya.

Humas Taman Kuliner Cibatu, Roni Faisal Adam mengapresiasi penyelenggaraan Ngawangkong Kopi Bareng Inohong di momentum peringatan Hari Kopi Nasional. "Tidak hanya sekedar ajang silaturahim lintas sektora, acara Ngawangkong Kopi Bareng Inohong bisa memberikan perpektif atau sudut pandang kritis tentang dunia perkopian. Kami sebagai pengelola Taman Kuliner Cibatu mengapresiasi gelaran yang sangat positif ini," tuturnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bersama PMO Kopi Nusantara dan Yayasan Kelompok Kerja Salarea menggelar pelatihan pengolahan kopi. Sebanyak 75 peserta terdaftar mengikuti pelatihan lanjutan Kopi di Taman Kuliner Cibatu, Selasa (7/3/2023).

Pelatihan kali ini mengambil konsentrasi teknik pengolahan kopi pasca panen dan teknik sortir, teknik penyimpanan kopi serta manajemen stok. Dalam pelatihan lanjutan ini menghadirkan instruktur dari Sunda Hejo (Klasik Beans), Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI), Cikopi Mang Eko, dan Pawon Kopi Salarea.

Hadir dalam acara pembukaan pelatihan Camat Cibatu Sardiman Tanjung, Kapolsek Cibatu IPTU Misno Winoto, Kades Keresek Didi Akhdiat, perwakilan dari Koramil Cibatu, perwakilan dari Perhutani KPH Garut, manajemen Taman Kuliner Cibatu, dan perwakilan dari beberapa desa di Cibatu.

Dalam rangka memperingati Hari Kopi Nasional sekaligus memperkuat kemitraan antara PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan masyarakat, kami menggelar pelatihan kopi bersama PMO Kopi Nusantara dan Yayasan Kelompok Kerja Salarea," kata Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Dody Novarianto saat membuka acara pelatihan.

Untuk diketahui, selain Hari Kopi Nasional, juga ada Hari Kopi Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober, dan dirayakan oleh sekitar 77 negara di dunia, termasuk Indonesia. Peringatan ini diresmikan Organisasi Kopi Internasional (ICO) sejak 2014 lalu.

Dibandingkan kopi dari negara lain di dunia, popularitas kopi Indonesia termasuk yang paling diminati dan dicari. Nah, salah satu alasannya adalah kopi asal Indonesia memiliki karakteristik dan cita rasa yang khas, juga terbaik di dunia. “Memang, negara-negara seperti Brazil dan Vietnam, boleh saja punya produksi kopi lebih besar ketimbang Indonesia. Tapi, soal rasa, kopi nusantara masih sulit untuk ditandingi,” ujar Dadan.

Yang terang, iklim tropis Indonesia, serta banyaknya pilihan pegunungan dengan ketersediaan air yang tinggi memang menjadi kelebihan tersendiri bagi Indonesia untuk menanam kopi. Atas dasar itu, masyarkat Cibatu yang sudah lama menanam kopi semestinya semakin bangga dengan kopi Cibatu.

Diketahui, Hari Kopi Nasional yang ditetapkan Pemerintah 11 Maret. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan pengukuhan pengurus Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) periode 2018-2022 oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman.

Dekopi mengusulkan 11 Maret menjadi Hari Kopi Nasional sebagai penanda bangkitnya kopi Indonesia. Pasalnya, masalah perkopian nasional perlu mendapat perhatian semua pihak mengingat selama ini lambat dalam pengorganisasian tidak sama seperti organisasi komoditas lainnya seperti sawit. Padahal kopi ini juga merupakan komoditi unggulan pemerintah yang menghasilkan devisa cukup besar.

Editor: Admin

Berita SebelumnyaJamkrindo dan Salarea Foundation Menggelar Pelatihan Pengolahan…
Berita SelanjutnyaLetkol Inf Hamzah Beri Bonus Juara Cibatu…