Rekanita Inayatul Kamila

Mengejutkan, Barista Santri Sabet Juara Dua Cibatu Fun Brewing Competition 2024

Bagi Inayatul, Cibatu Fun Brewing Competition 2024 adalah pengalaman perdana sekaligus mengejutkan karena tak menyangka bisa tembus sampai final dan juara.

GARUT. Deden Pajri PR, barista asal Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berhasil menyabet juara pertama dalam ajang Cibatu Fun Brewing Competition 2024 yang digelar Yayasan Kelompok Kerja Salarea (Salarea Foundation) dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) untuk memperingati Hari Kopi Nasional 11 Maret. 

Juara kedua diraih Rekanita Inayatul Kamila, pelajar santri dari Kampung Jabal, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Garut. Sementara Rassya Nailah barista asal Garut Kota berhak atas juara ketiga pada kompetisi kopi V60 yang digelar di Taman Kuliner Cibatu, Minggu (10/3/2024). 

Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Hamzah Budi Susanto didapuk menyerahkan hadiah kepada barista terbaik di ajang tersebut. "Luar biasa ini kegiatannya. Kebetulan saya pulang kampung ke Cibatu, dapat undangan ternyata juaranya dari Majalaya. Ini warga saya, nanti menghadap ke Kodim ada bonus, ya," janji Pembina Keluarga Alumni 97 SMAN 3 Cibatu itu. 

Sejatinya, kompetisi yang dilaksanakan dari pagi hingga malam tersebut menyajikan persaingan yang sangat ketat dan menarik. Pasalnya, Cibatu Fun Brewing Competition 2024 menjadi ajang kompetisi bagi para pecinta kopi di Garut untuk menguji keahlian dan kompetensi mengolah dan meracik kopi. Uniknya, ada peserta kembar, yang bertemu di satu meja menjadi rival unutuk lolos babak semifinal.

Di babak penysihan menggunakan kopi Papandaian, sedangkan di babak semifinal dan final giliran kopi Cibatu yang diulik peeserta. Ada enam juri dan lima diantaranya dari luar Cibatu, yakni Yogie Susanto (Owner Kopi Tuin Garut), Nunu Nugraha (Head Bar &  Roaster D'yons Coffee & Eatery), Irham Nursaban (Owner-Head Bar Kopi Tiluwan), Rizal (Connet Coffee Roasters), serta Sastro Tedjo.    

"Adanya Cibatu Fun Brewing Competition 2024 sangat baik secara teknis dan non teknis. Peserta yang ikut bertanding sangat kompetitif," kata Sastro Tedjo, salah satu juri yang merupakan roaster di Kedai Seruyuk sekaligus berpengalaman sebagai barista di beberapa kedai dan coffeeshop di Jawa dan Bali. 

Tak ayal, para juri sempat kebingungan dalam mencari siapa yang akan menjadi pemenang pada setiap babaknya, lantaran peserta mampu menunjukan kemampuannya secara optimal. Alhasil, seduhan yang dihasilkan hampir mirip. 

"Hal ini membuat juri harus lebih hati-hati dalam menentukan siapa yang akan maju di babak selanjutnya," aku Sastro yang juga berprofesi sebagai comodity spesialist di non goverment organization (NGO) pada sebuah kementerian di Jakarta.

Hal senada diutarakan juri lainnya, Yogie Susanto, Owner Kopi Tuin Garut. "Sangat puas dan bangga sama anak-anak Cibatu. Selama ini saya tidak begitu mengetahui siapa komunitas kopi di Cibatu. Soalnya, belum pernah denger ada kompetisi. Tapi sekali gelar kompetisi, kerenlah," sebut dia 

Yogie melihat ada potensi di Cibatu dalam pengembangan sumberdaya manusia (SDM) perkopian dari sisi hilir. Makanya, "Kami menunggu kolaborasi selanjutnya dengan Pawon Kopi Salarea. Nanti, setelah Lebaran ada lomba kopi di Garut, anak-anak Cibatu kudu unjuk kebolehan."   

Bagi Inayatul, Cibatu Fun Brewing Competition adalah pengalaman perdana sekaligus dan membanggakan karena tak menyangka bisa tembus sampai final bahkan juara kedua. "Sempat gugup sih, soalnya yang menjadi lawan adalah barista-barista dari kedai-kedai kopi di luar Cibatu dan luar Garut. Tapi akhirnya senang juga bisa memberikan yang terbaik buat Cibatu," tuturnya.

Menurut peserta termuda alias masih 16 tahun ini, maju di Cibatu Fun Brewing hanya berbekal pengalaman mengikuti pelatihan barista santri dari Pawon Kopi Salarea. "Belum sebulan saya ikut pelatihan. Tapi saya meyakinkan diri untuk terus berlatih dan bisa bertanding untuk cari pengalaman dan menambah teman," imbuh anggota Pengurus Pimpinan Ranting (PR) IKatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Girimukti tersebut.    

Cibatu Fun Brewing Competition 2024 diikuti 33 peserta yang berasal dari sejumlah daerah di Garut dan luar Garut. Ada sekitar 60-an peserta yang mendaftar. Panitia meloloskan sebanyak 33 peserta. Peserta perempuan pun cukup banyak yang berpartisipasi dalam adu kemampuan meracik kopi. Di sela acara kompetisi kopi diisi dengan bincang kopi seputar profesi dan perkembangannya.

"Juara pertama mendapatkan piala, sertifikat dan uang tunai Rp 1,5 juta, juara dua Rp 1 juta, juara tiga Rp 500 ribu. Untuk harapan satu dan dua mendapat hadiah masing masing Rp 300 ribu dan Rp 200 ribu," Ketua Salarea Foundation Dadan M Ramdan.

Kompetisi menyeduh kopi ini baru pertama kali digelar di Cibatu. Dadan menjelaskan, animo peserta sangat besar mengikuti Cibatu Fun Brewing Competition2024. Mayoritas peserta dari luar Cibatu seperti dari Kecamatan Cisurupan, Cilawu, Caringin, Garut Kota, Cikajang, Limbangan, Leles, Wanaraja, Banyuresmi, Selawai, Jayaraga, dan lainnya. 

"Dari luar Garut juga ada peserta dari Majalaya, Kertasari, dan lainnya. Yang menarik, selain cukup banyak barista perempuan, ada dua barista kembar yang menjadi rival karena bertemu di babak semifinal," sebut Owner Pawon Kopi Salarea ini.

Sebelumnya, pada momentum memperingati Hari Kopi Nasional, Pawon Kopi Salarea, unit sosial entrepreneur Salarea Foundation menggelar event bertajuk Ekspedisi Gunung Sadakeling, sebagai upaya mempromosikan potensi ekowisata kopi Cibatu, sebagai khasanah kekayaan kopi Nusantara. 

Kegiatan bersama komunitas motor trail Madveci itu diisi dengan penyerahan bantuan sembako dan pupuk organik dan penanaman bibit kopi ini berlangsung pada Sabtu (9/3/2024). 

Kepala Departemen Humas dan Komunikasi Perusahaan PT Jamkrindo A Handoko menuturkan, kehadirannya di Cibatu untuk meneruskan program-program pemberdayaan masyarakat oleh Jamkrindo yang sudah berjalan tiga tahun lebih bersama Komunitas Salarea. "Harapan kami, kehadiran Jamkrindo di tengah masyarakat bisa memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyatakat Cibatu," ucapnya.

Warga Kampung Dukuh, Gunung Sadakeling menyambut baik kegiatan sosial dan lingkungan yang diinisiasi komunitas kopi di Cibatu. 

"Sebagai petani kopi, kami mengucapkan terima kasih kepada Jamkrindo, alumni SMAN Cibatu, dan pihak lainnya yang telah menyalurkan bantuan sembako serta pupuk," ujar Dadang Sajidin, Ketua Kelompok Tani Dukuh, Gunung Sadakeling, Desa Karyamukti.

Dalam kesempatan yang sama, Rusman, pengurus Madveci pun mengapresiasi agenda Ekspedisi Gunung Sadakeling karena sangat positif dalam mempromosikan potensi ekowisata kopi Cibatu. "Kegiatan seperti ini harus berkesinambungan dengan melibatkan sejumlah pihak," sebutnya. 

Editor: Admin

Berita SebelumnyaPeringati Hari Gizi Nasional, Rumah Tangguh Stunting…
Berita SelanjutnyaLetkol Inf Hamzah Beri Bonus Juara Cibatu…