Kemeriahan Event Pemuda Coffee Night di Taman Kuliner Cibatu

Pengunjung membludak dari siang hari hingga malamnya, yang ditutup dengan penayangn film pendek berjudul Kopi dan Hati, yang memang disiapkan untuk acara Pemuda Coffee Night untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekaligus peresmian Taman Kuliner Cibatu.

PT Jaminan Kredit Indonesia bersama Yayasan Kelompok Kerja Salarea (Salarea Foundation) menggelar event bertajuk “Pemuda Coffee Night" di Taman Kuliner Cibatu, Sabtu (29/10/2022), untuk merefleksikan semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dalam perpektif kekinian. 

Adapun rangkaian acara diisi dengan lelang 28 kopi Cibatu yang hasilnya akan didonsaikan untuk sejumlah pihak antara lain, kaum difabilitas, anak berkebutuhan khusus (ABK), dan keluarga penderita ODGJ. Kemudian, pembagian 1.000 cup kopi Cibatu, pertunjukan kesenian lengser, karinding dan jaipongan. Acara ditutup dengan pemutaran film pendek berjudul "Kopi dan Hati", yang merupakan garapan dari sineas muda asal Cibatu. Dari pantauan Tim Ekowisata Kopi Cibatu, antusias masyarakat Cibatu dan sekitarnya cukup tinggi terhadap acara Pemuda Coffee Night yang digelar dari siang hari hingga pukul 22.00 WIB. 

"Pengunjung membludak dari siang hari hingga malamnya, yang ditutup dengan penayangn film pendek berjudul Kopi dan Hati, yang memang disiapkan untuk acara Pemuda Coffee Night untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekaligus peresmian Taman Kuliner Cibatu," kata Humas Taman Kuliner Cibatu, Roni .

Acara Pemuda Coffee Night dihadiri oleh Bupati Garut Rudy Gunawan berserta istri, Anggota DPRD Garut Dila Nurul Fadilah, Ketua Kadin Garut Yudi Lasminingrat, Pimpinan Jamkrindo Cabang Bandung, Robby Julandri, Camat Cibatu Sardiman Tanjung, Ketua MUI Cibatu, H Asep Yani Jaelani, Kapolsek Cibatu, Danramil Cibatu, para kepala desa di Cibatu, dan undangan lainnya. “Acara Pemuda Coffee Night bisa terlaksana berkat dukungan penuh dari PT Jaminan Kredit Indonesia, yang merupakan mitra dari Yayasan Kelompok Kerja Salarea dalam menjalankan program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Garut," kata Dadan M Ramdan, Pendiri Yayasan Kelompok Kerja Salarea (Salarea Foundation).

Pimpinan Jamkrindo Cabang Bandung, Robby Julandri bilang, perusahaan bersama dengan Salarea Fountadion menjalankan program tangung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di Garut, secara berkelanjutan dan telah berlangsung hampir tiga tahun. "Program-program yang dijalankan antara lain pelatihan-pelatihan bagi petani kopi dan relawan rumah sampah, bantuan bibit kopi dan pembangunan demplot kopi, bantuan peralatan pengolahan kopi, hingga pembangunan rumah semai," bebernya.

Adapun pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jamkrindo juga memberikan dukungan penuh untuk terlaksananya acara Pemuda Coffee Night karena dinilai sangat positif untuk memperkuat peran pemuda dalam pengembangan ekonomi di daerah. Dadan menambahkan, event Pemuda Coffee Night juga diisi dengan peresmian Taman Kuliner Cibatu, yang kehadirannya sudah lama diidam-idamkan oleh warga Cibatu. "Alhamdulillah, Pak Bupati meresmikan langsung Taman Kuliner Cibatu," sebutnya.

Bupati Garut pun bersyukur lokasi yang dulunya sempat dikelola oleh pihak pemerintah daerah, kini berubah menjadi taman kuliner yang luar biasa. "Pemkab Garut berharap, Kecamatan Cibatu menjadi daerah yang maju dengan hadirnya Taman Kuliner Cibatu, terlebih Cibatu menjadi perlintasan kereta api menuju Garut," ujar Rudy.

Selain itu, Bupati Garut juga berharap adanya Taman Kuliner Cibatu bisa meningkatkan penjualan di Pasar Tradisional Cibatu yang kini sudah pindah ke lokasi yang baru. “Dan kami pun ingin selalu memberikan dorongan terhadap pasar yang sudah dipindahkan ke sana menjadi maju. Tapi dengan adanya taman kuliner ini, tukang tarigu di sana tambah laku ya, tukang gula di sana tambah laku. Jadi belinya mohon nanti ke pasar tradisional, sehingga bisa ada hubungan yang baik,” pinta Rudy.

Sebagai pengelola, Roni mengungkapkan jika Taman Kuliner Cibatu siap berkolaborasi dengan pasar tradisional yang ada di Kecamatan Cibatu. “Kami di taman kuliner berkomitmen untuk berkolaborasi memajukan pasar tradisional, karena di tempat ini tidak ada yang jualan sembako atau yang lainnya. Adapun nanti ke depan apabila lahan ini berubah menjadi pasar, saya mohon ke bapak Bupati, taman kuliner siap untuk ditutup,” tukasnya. Roni juga menegaskan jika hadirnya Taman Kuliner Cibatu ini diharapkan mampu memajukan pasar tradisional yang ada di Kecamatan Cibatu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Garut, Yudi Lasminingrat, mendorong agar produk Kopi Cibatu bisa dikenal hingga manca negara. "Para pelaku usaha kopi perlu mengikuti pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas kopi yang dipasarkan. Para pengusaha di bidang kopi ini juga harus memberanikan diri ambil bagian di berbagai kontestasi kopi di Tanah Air," ungkapnya. 

Menurut Yudi, jika masyarakat di Kecamatan Cibatu ingin memiliki peluang pemasaran produk khas lokalnya seperti kopi, maka proses pengemasan produk pun harus bisa menarik. Yang mana, ia bilang bahwa kemasan dari setiap produk dapat mempengaruhi ketertarikan konsumen maupun para penggemar kopi untuk betul-betul mengkonsumsi Kopi Cibatu tersebut. "Kami dari Kadin Garut meminta kepada para pengusaha kopi untuk menyiapkan rumah kemasan bagi produk ini. Saya meminta juga kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk memfasilitasi dan menyiapkan design grafis terkait kemasan yang bagus,"  kata Yudi.

Dadan mengapresiasi perhatian dari Kadin Garut yang turut mendorong terhadap perkembangan usaha kopi khususnya di Cibatu dan Garut. "Intinya bagaimana Kopi Cibatu ini terus berkembang bisa bersaing dengan Kopi -kopi yang lainnya. Tentu perlu adanya dukungan dan peran serta dari semua pihak agar Kopi Cibatu ini pasarnya bisa lebih luas lagi," harap Owner Pawon Kopi Salarea ini.

Editor: Admin

Berita SebelumnyaBersama Bupati Garut, Jamkrindo Akan Lelang Kopi…
Berita SelanjutnyaBLK Komunitas Kemenaker Gelar Business Meeting 2024