Ada Candi di Garut, Datang Aja ke Desa Wisata Cangkuang

Candi Cangkuang sendiri berada di daerah Duku Pulo desa Cangkuang Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Dalam Candi Cangkuang tersebut terdapat Patung Siwa Hindu, untuk lokasi Candi itu sendiri berada di tengah tengah situ.

Garut memiliki destinasi wisata yang indah dan mempesona seperti gunung dan pantainya, namun ada salah satu tempat wisata yang bernama Candi Cangkuang yang merupakan satu satunya candi yang ada di wilayah Priangan timur serta merupakan peninggalan umat Hindu pada abad ke-17, yang cocok untuk liburan tahun baru 2023.

Candi Cangkuang sendiri berada di daerah Duku Pulo desa Cangkuang Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Dalam Candi Cangkuang tersebut terdapat Patung Siwa Hindu, untuk lokasi Candi itu sendiri berada di tengah tengah situ.

Candi Cangkuang merupakan hasil penemuan warga sekitar dan kemudian di lakukan penelitian oleh warga Belanda yang sudah lama tinggal di Garut pada waktu itu Vorderman, kemudian dia melakukan penelitian secara detail dan seksama yang tertuang dalam buku buku Notulen Bataviaasch Genotschap terbitan tahun 1893

Di dalam buku penelitian tersebut juga dijelaskan bahwa di alam Desa Cangkuang itu sendiri terdapat peninggalan patung Dewa Siwa dan makam mbah Dalem Arif Muhammad, tokoh penyebaran agama Islam di daerah ini. Nama ‘Cangkuang’ itu sendiri berasal dari nama tanaman sejenis pandan (Pandanus furcatus), yang banyak tumbuh di sekitaran candi. Daun cangkuang umumnya dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus gula aren.

Candi Cangkuang sendiri baru di temukan kembali 9 Desember 1966 oleh Tim Ahli sejarah Leles dengan peneliti Yang bernama Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita, kemudian di tahun 1966 dilakukan penelitian kembali 

Jika berkunjung ke Candi Cangkuang tersebut wisatawan akan menemukan ada Arca Siwa juga disebelahnya sekitar beberapa meter dari candi ada makam Arif Muhammad seorang ulama penyebaraAgama Islam di daerah Garut dan sekitarnya.

Sebuah museum yang di dalamnya terdapat Al-Quran dengan media kulit kayu, buku fiqih, lukisan dan peninggalan kuno lainnya menjadi bukti otentik akan keberadaan Arif Muhammad. Lokasi menarik lainnya untuk tujuan wisata di Desa Cangkuang adalah Kampung Pulo. Kampung Pulo memiliki keunikan tersendiri yakni menjaga kebudayaan dan adat istiadat dengan peraturan-peraturan yang tidak boleh dilanggar.

Beberapa peraturan seperti tidak boleh beternak hewan berkaki empat, karena konon masyarakat Kampung Pulo sangat menjaga kebersihan. Selain bentuk dan jumlah rumah, peraturan lainnya yakni tidak boleh adanya dua kepala keluarga dalam satu atap.

Ada pula peraturan tidak boleh memukul gong yang terbuat dari perunggu. Asal-usul aturan ini karena pada saat terjadi perayaan besar dengan hiburan tradisional, di dalamnya terdapat gong besar, lalu datanglah angin beliung dan menewaskan anak dari Eyang Arif Muhammad.

Editor: Admin

Berita SebelumnyaKemeriahan Event Pemuda Coffee Night di Taman…
Berita SelanjutnyaLetkol Inf Hamzah Beri Bonus Juara Cibatu…