Dorong UMKM Naik Kelas, Menaker Mengukuhkan Organisasi Jawara

Jawara diharapkan dapat mendorong percepatan terciptanya kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM, sekaligus mewujudkan wirausaha rakyat yang kuat, produktif, inovatif dan berdaya saing.

Kementerian Ketenagakerjaan telah mencetak sekitar 110.000-an pelaku usaha baru melalui Program Tenaga Kerja (TKM) setiap tahunnya. Untuk membantu pengusaha skala usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) bisa naik kelas, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah resmi mengukuhkan organisasi Jangkar Wirausaha Nusantara (Jawara).  

Jawara menjadi wadah berhimpun dan pengembangan usaha  ini diharapkan dapat mendorong percepatan terciptanya kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM, sekaligus mewujudkan wirausaha rakyat yang kuat, produktif, inovatif dan berdaya saing. 

"Jawara ini untuk mewadahi pelaku usaha baik dari program pemerintah, TKM atau UMKM. Untuk teman-teman pelaku usaha, silakan bergabung dengan Jawar," jelas Menaker Ida usai menyerahkan pataka Jawara dalam Fantastik Festival TKM Expo di Stadion Gajah Mada, Mojokerto, Sabtu (23/12/2023).

Ketua Umum Jawara Lukman Prabowo menjelaskan, organisasinya sebagai wadah konsolidasi ekonomi kerakyatan, menfasilitasi pengembangan usaha, dan mengadvokasi usaha. Jawara berkewajiban untuk membentuk gerakan wirausaha berwawasan sosial atawa sociopreneurship bagi UMKM termasuk para penerima program TKM.

"Dengan sociopreneurship ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menyelesaikan masalah sosial. Sekaligus berperan dalam mewujudkan sociopreneurship yang dapat memberikan berbagai layanan kepada anggotanya, seperti pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan," jelas Lucky sapaan akrab Lukman.

Menurut Lucky, Jawara memiliki sejumlah program besar bagi wirausaha. Yakni, pendampingan, pelatihan, pengembangan produk, peningkatan akses permodalan, dan akses pasar. Bila pelaku usaha ingin bergabung, lanjut Lucky, dapat mengakses situs jangkarwirausaha.id.

"Program itu diperkuat dengan sinergitas antar anggota. Meskipun sinergisitas terkadang dinilai sesuatu yang buruk dalam bisnis karena persaingan karena memasarkan sesama produk, tetapi dengan bersinergi maka UMKM dapat memajukan usahanya secara bersama dan beriringan dengan yang dianggap kompetitornya," pungkas Lucky.

Editor: Admin

Berita SebelumnyaCurug Kancil Merana, Hanya Menyisakan Tetesan Air
Berita SelanjutnyaBLK Komunitas Kemenaker Gelar Business Meeting 2024